Senin, 18 November 2013

feature perjalanan: Pesona Tersembunyi Pulau Bangka


Sebagian dari anda pasti sudah pernah mendengar pulau Bangka Belitung, sebuah pulau berukuran kecil yang letaknya bersebelahan dengan Sumatra Selatan. Pulau Belitung menjadi sangat terkenal ketika novel Laskar Pelangi karangan Andrea Hirata melejit dipasaran. Namun, belum banyak yang mengekspos keunikan dari tetangga Belitung yang tidak lain adalah pulau Bangka.
Bagi anda yang menyukai pantai, sudah saatnya anda datang dan menikmati berbagai keindahan yang ditawarkan pulau beribukota Pangkal Pinang ini, jika anda mengaku sebagai pecinta kuliner maka anda juga diwajibkan berkunjung ke Bangka. Tak cukup sampai disana, selain pariwisata dan kulinernya yang memikat, pulau bangka juga sangat terkenal akan pertambangan timah serta kerukunan masyarakatnya yang beraneka ragam.
Perjalanan yang hanya memakan waktu sekitar 55 menit dari kota Jakarta membuat tempat ini sangat strategis dan cocok untuk dijadikan tempat berlibur bagi anda yang tidak mempunyai waktu liburan yang panjang selain itu andapun tak perlu merogoh kocek yang dalam untuk berkunjung kepulau ini, sarana penginapan dengan harga terjangkau dapat dengan mudah anda temui dikota Pangkal Pinang.
             Apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata pantai? laut biru, air, binatang-binatang kecil, pohon kelapa, ombak, batu karang atau pasir putih, tepat sekali. Dipulau ini anda bisa mendapatkan semua hal tersebut dengan mudah. Dari pantai yang menyediakan berbagai penginapan dan sarana permainan hingga pantai yang masih sangat alami, belum terjamah industri dan campur tangan manusia. beberapa pantai yang sangat terkenal dibangka adalah pantai Pasirpadi, Parai Tenggiri, Tanjung Pesona, dan Rambak. Pantai Pasirpadi berada tepat dikota Pangkal Pinang, pantai ini menawarkan penginapan-penginapan terjangkau serta restoran seafood khas Bangka dengan harga bersahabat, disore hari yang cerah, anda dapat berjalan ditepi pantai, menikmati senja didepan laut yang memukau. Suasana yang ramai dan semarak akan semakin membakar semangat anda.
Jika anda kurang menyukai keramaian dan ingin mencari tempat untuk menyendiri, maka pergilah ke pantai Rambak. Berbeda dengan Pasirpadi, pantai Rambak terletak dikota Sungailiat yang berjarak 33 Km dari Pangkal Pinang. pantai ini berdekatan dengan pantai Parai Tenggiri dan Tanjung Pesona, yang membedakannya hanya satu. Dipantai ini anda tak akan menemukan 1pun bangunan, yang dapat anda lihat adalah pemandangan menakjubkan dari atas batu karang berukuran raksasa, pasir putih yang bersih dengan angin sepoi-sepoi yang bertiup membelai wajah. Yang lebih menakjubkan, semua kenikmatan tersebut dapat anda rasakan secara cuma-cuma tanpa dipungut biaya 1 sen pun. Tak jauh dari pantai Rambak ada pantai Parai Tenggiri dan Tanjung Pesona. kedua tempat ini berbeda namun menyajikan sarana yang hampir serupa, dengan hotel berbintang, taman yang indah serta kolam renang. Selain ini juga terdapat sarana banana boat yang memungkinkan anda untuk membelah lautan dan menikmati sendiri atmosfer dari laut tropis. Meski begitu, jangan kuatir, rupiah yang perlu anda keluarkan hanya berkisar dari 15-30ribu. Cukup terjangkau bukan?
            Dari pantai mari beralih ke kuliner. Makanan dari bangka yang sudah terkenal dikota-kota lain cukup beragam, mulai dari mie bangka, martabak manis bangka, otak-otak bangka ataupun berbagai penganan ringan seperti getas dan kempelang. Tak hanya sampai disitu, pulau bangka juga akan memanjakan para pecinta seafood dengan hidangan-hidangan yang menggugah selera, hidangan yang disajikan tersebut berasal langsung dari laut sehingga bisa dipastikan kesegarannya. Ada pula makanan tradisional, seperti lempah kuning dan lempah darat. Lempah kuning adalah masakan dengan bahan utama ikan yang dimasak dengan menggunakan rempah-rempah beragam, namun yang membedakan dengan masakan lainnya terletak pada penggunaan kunyit yang akan membuat makanan ini berwarna kuning segar. Berbeda dengan lempah kuning, lempah darat adalah masakan yang menggunakan campuran sayuran sebagai bahan utamanya dengan bumbu utama trasi Bangka. Peganan ringan sepert getas dan kempelang pada dasarnya berbentuk seperti krupuk, dibuat juga dengan hasil laut, seperti ikan, cumi-cumi atau udang, rasa gurih dan renyah dapat anda rasakan ketika makanan ini memasuki mulut dengan nuansa laut yang kental. Makanan lain seperti otak-otak, mie bangka taupun martabak dapat anda temukan dengan mudah dikota Pangkal Pinang, dengan rasa yang pastinya lebih enak dan lezat.
            Sudah puas berbicara pantai dan kuliner, mari berpindah topik pembicaraan kepertambangan, Bangka Belitung adalah pulau penghasil timah putih terbesar di Indonesia. Dari pulau ini, jutaan ton timah telah dikirimkan keberbagai daerah. Dari timah ini juga sebagian besar masyarakat Bangka menggantungkan hidupnya. Proses pencarian timah tidaklah mudah, untuk bekerja disektor pertimbangan ini sangat dibutuhkan keberanian yang besar, karena untuk mencari timah anda akan berada dilubang besar dalam kurun waktu yang cukup lama setiap harinya, resiko tanah longsor menjadi salah satu momok yang paling menakutkan disamping resiko-resiko lain. Pertambangan timah dibangka mulai dikelola dari zaman penjajahan belanda hingga saat ini. Meski timah yang berhasil dikumpulkan tidak sebanyak dulu, sektor pertambangan tetap manjadi primadona dihati masyarakat setempat. Banyaknya pengelolaan timah membuat tanah di Bangka dipenuhi lubang-lubang besar bekas pertambangan tersebut. karena itu tidak mengherankan, dari atas pesawat anda dapat melihat daratan bangka yang dipenuhi lubang.
Selain sektor pertambangan. Sumber penghasilan lain diperoleh dari perkebunan, kebun di Bangka didominasi oleh kebun kelapa sawit. Pohon karet dan lada. Disepanjang jalan di Bangka anda akan terbiasa dengan pemandangan  puluhan hektar perkebunan kelapa sawit yang terhampar luas. Selain kedua sektor utama tersebut, masyarakat bangka juga menggantungkan hidupnya disektor perdagangan.
            Lalu bagaimana dengan karakteriktik masyarakat Bangka? Mayoritas penduduk Bangka berasal dari etnis melayu, disusul oleh etnis tionghoa, batak, jawa dan sebagainya. Ditanah ini mereka hidup bersama-sama tanpa pernah membedakan antara satu dengan yang lain. Kerukunan dan keakraban yang tercipta ditanah ini memang pantas diacungi jempol. Saling membantu dan menghormati, selalu bersama-sama dan menghargai menjadi cerminan yang tak dapat dipisahkan dari masyarakat Bangka. Mereka sosok ramah yang akan menyambut anda dengan senyuman. di Bangka anda akan menemukan gereja yang bersebelahan dengan masjid, atau kelenteng yang berhadapan dengan masjid. Uniknya hal tersebut tetap terpelihara dari dulu hingga sekarang. Masyarakat Bangka memegang satu prinsip Tionghoa yang berbunyi “Fangin, Thongin jitjong” yang berarti “ Melayu ataupun Tionghoa sama saja” kata-kata tersebut memberikan gambaran bahwa sama sekali tak ada perbedaan diantara mereka yang berlaku sebagai jurang pemisah.
            Jadi, adakah dari anda yang tertarik untuk menapaki pulau ini dan mencoba serta menikmati sendiri pesona dan daya tarik tersembunyi yang tentu saja tidak terdapat ditempat manapun. Jika ada, tunggu apalagi? mari datang dan buktikan seberapa besar kekayaan yang tersimpan di Bangka. Selain biayanya yang murah, letaknya yang strategis dan keindahannya yang menawan, anda juga akan disambut dengan senyuman dan keramahan masyarakatnya.

5 komentar:

  1. Lihat postingan tentang pariwisata Indonesia selalu membuat saya ingin melangkahkan kaki menuju ke sana. Indonesia is the best!

    BalasHapus
  2. ayo ke Bangka, dijamin puas. heheeeheee.
    pulau ini menjadi bukti betapa kayanya pariwisata Indonesia.

    BalasHapus
  3. Membaca Pesona Tersembunyi Pulau Bangka, membuat saya ikut berimajinasi tentang keindahan pulau Bangka. Pantai yang biru dengan serpihan pasir, kita beruntung lahir di Indonesia dengan segala kekayaan alam dan kebudayaannya. Artikel ini berhasil membuat saya semakin ingin pergi ke sana.

    BalasHapus
  4. saya yakin pesona alam pulau Bangka mampu memikat turis lokal maupun mancanegara .....

    BalasHapus
  5. helen: Yupssss... betul banget, Indonesia memang negara kaya raya. mari berkunjung ke Babel. segala hal tersedia untuk anda yang mencintai pantai dan alam.

    ketua: yaaaaa, yang masih kurang hanya promosi. semoga untuk kedepan sektor pariwisata Bangka akan meningkat.

    BalasHapus