Senin, 25 November 2013

Mengapa Gorengan Berbahaya?

Gorengan memang kudapan lezat yang menggugah selera, jenis makanan yang satu ini sangat cocok dijadikan cemilan untuk menemani waktu luang. Selain karena rasa enak yang ditawarkannya, gorengan juga menjadi pilihan favorit karena harganya yang terbilang murah dan terjangkau.
Akan tetapi, khusus untuk gorengan yang dijajakan di pinggir jalan, anda perlu menaruh perhatian ekstra, terutama bagi kesehatan.  Mengapa demikian? berikut adalah alasan mengapa gorengan yang dijajakan di pinggir jalan dikategorikan berbahaya dan patut untuk diwaspadai.




Sabtu, 23 November 2013

Keunikan Negeri Matador

Spanyol, memang sangat identik dengan pertunjukan Banteng VS manusianya. namun tahukah anda bahwa negeri yang terletak di daratan Eropa ini juga sangat terkenal karena hal-hal berikut:


SEPAKBOLA





Tak lengkap rasanya membicarakan Spanyol tanpa membicarakan sepakbolanya, negeri beribukota Madrid ini memang tengah menjadi kiblat sepakbola dunia setelah 3 kali berturut-turut berhasil memenangkan 3 kejuaraan bergengsi.  Setelah berhasil keluar sebagai pemenang di piala Eropa 2008, Spanyol kembali membuat banyak penikmat sepakbola tersentak setelah berhasil menjuarai piala dunia 2010 di Afrika Selatan. Tak sampai disitu, Spanyolpun masih tetap berjaya di tahun 2012 setelah kembali menjuarai Piala Eropa untuk kedua kalinya.

Busway dan permasalahannya


Transjakarta atau yang biasa dikenal dengan nama Busway adalah sarana transportasi umum yang mulai beroperasi pada tahun 2004 dibawah kepemimpinan gubernur Sutiyoso. Diawal peluncurannya, busway diharapkan dapat menjadi sarana transportasi umum yang efektif dan efisien untuk mengatasi masalah kemacetan yang semakin membesar di Ibukota. Didukung dengan ukurannya yang terbilang besar, bus yang satu ini memang dapat mengangkut penumpang dengan jumlah yang banyak. Selain itu, keistimewaan lain terletak pada sektor harga yang dinilai cukup ekonomis dan terjangkau bagi masyarakat membuat busway jadi sarana transportasi masal yang paling difavoritkan banyak kalangan.

Jumat, 22 November 2013

Ketika Budaya Sendiri Terlupakan


Semakin tinggi dan lebarnya bendera yang dikibarkan budaya populer belakangan ini sedikit banyak membuat eksistensi dari budaya lokal berkurang. Hal itu tercermin dari antusiasme anak muda terhadap budaya Korea yang kian meningkat sementara ketika ditanyakan apa nama tari daerah dari beberapa tempat ditanah air, anak-anak muda ini hanya menggelengkan kepala, entah karena tak tertarik atau memang tak tahu.

Makanan Khas Babel


Setelah sebelumnya saya telah menceritakan sedikit tentang pesona tersembunyi pulau Bangka.
Kali ini secara khusus saya akan membahas seputar kuliner yang sangat terkenal dari pulau penghasil timah nomor satu di Indonesia ini.
Pulau Bangka Belitung merupakan salah satu pilihan tepat untuk berwisata kuliner. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang sangat terkenal di Bangka Belitung.

Kamis, 21 November 2013

#part 2-Editor dan gatekepper theory

MNC picture sendiri tidak mensyaratkan ketentuan khusus untuk menjadi seorang editor. Untuk masalah pendidikan, syarat utama adalah minimal D3. Akan tetapi hal yang paling diperhatikan adalah kemampuan dasar yang dimiliki untuk mengedit, bahkan ada lulusan sarjana ekonomi di MNC picture yang bekerja sebagai editor. Kesulitan utama menjadi seorang editor adalah mengatur masalah waktu. Kadang kala ada sebuah tayangan yang harus ditayangkan jam 7 malam namun naskah materi baru diterima jam 5. Otomatis proses pengeditan harus diselesaikan dalam waktu 2 jam saja.
Di MNC picture sendiri, editor memiliki waktu yang fleksibel untuk menjalani pekerjaannya, untuk acara-acara tertentu, ada yang sudah dikerjakan jauh sebelum hari penayangan, yang terpenting adalah 8 jam waktu kerja terpenuhi.
Untuk bekerja, editor di MNC picture diberikan ruangan khusus yang terdiri dari komputer, speaker dan perlengkapan lain.  Dengan jumlah 16 editor mereka dibagi kedalam 2 shift, yaitu shift pagi dan shift malam
Dari wawancara  bersama herry tersebut dapat disimpulkan bahwa editorlah yang bertugas untuk menentukan mana tayangan yang pantas disiarkan dan mana tanyangan yang tidak pantas untuk ditanyangkan, selain itu editor juga bertanggung jawab terhadap adanya kesalahan dalam pemgeditan. seperti munculnya adegan pornografi dan kekerasan. Dari penjelasan diatas. Kita dapat mengaitkan penjelasan ini dengan salah satu teori komunikasi massa, yaitu gatekepper theory.
Gatekepper theory menjelaskan bahwa setiap orang dari media yang dapat menghentikan atau dapat mengubah pesan ditengah jalan menuju audiens. Hal itu sejalan dengan tugas editor yang memiliki wewenang untuk menentukan mana tayangan yang dapat disiarkan dan mana tayangan yang dipotong dan dihilangkan. Editor mempunyai tanggungjawab besar karena mereka lah yang membentuk pesan yang sampai ke audiennya. Mereka juga mengambil keputusan mengenai hal-hal yang akan ditonjolkan dalam sebuah tayangan
Dan ketika gatekepper yang dalam situasi ini adalah editor melakukan kesalahan maka proses dan pesan komunikasi akan terganggu. Itulah kaitan antara gatekepper theory dengan seorang edtor. Mereka mengemban tugas besar dalam penyampaian pesan kepada audiensnya.




#part 1-Editor dan gatekepper theory



laporan ini dibuat dalam rangka untuk memenuhi tugas komunikasi massa dalam pengadaan kunjungan dan wawancara kepada salah satu media massa di indonesia. Media yang saya kunjungi adalah MNC picture yang berlokasi di jl.kebon jeruk. Jakarta.

Editor dari MNC Picture yang saya wawancarai adalah Herry, beliau sudah cukup lama menggeluti pekerjaan sebagai seorang editor, selain bekerja di MNC picture, herry juga bekerja di koran sindo (seputar indonesia). Banyak hal yang beliau ceritakan kepada saya seputar pekerjaannya sebagai seorang editor. Mulai dari hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaannya hingga kriteria untuk menjadi seorang editor.
Pekerjaan dasar dari seorang editor adalah membuat audio visual dalam bentuk tayangan, namun sebelum program tersebut ditayangkan di televisi, banyak hal yang harus dilalui terlebih dahulu. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah dalam masalah naskah. Naskah yang sudah ada terlebih dahulu harus ditulis oleh redaksi. Barulah setelah itu redaksi menyerahkan kepada personal assistant. Personal assistantlah yang pada akhirnya bertugas memberikan naskah tersebut kepada editor untuk dilakukan proses pengeditan. Naskah itu sendiri dibuat oleh Redaksi, namun di MNC picture, naskah juga bisa ditulis langsung oleh produser.

Setelah naskah yang masih dalam bentuk tulisan tersebut diserahkan kepada editor, editor bertugas untuk memeriksa dan melihat materi naskah tersebut dalam segi kelengkapan ataupun kecocokannya. Setelah materi naskah dipastikan lengkap barulah pengeditan bisa dilakukan. Jadi, ditayangkan atau tidaknya sebuah program sangat dipengaruhi oleh editor. Namun sebelum ditayangkan ditelevisi, program yang sudah diedit tersebut  ditunjukkan dulu kepada produser. Apabila produser menyetujui hasil pengeditan, maka program akan ditayangkan, namun jika produser merasakan adanya kekurangan dalam program tersebut, baik dalam bentuk gambar, audio,  atau musik maka program tersebut harus diedit kembali. Hal tersebut dikarenakan tanggungjawab langsung seorang editor adalah kepada produser.
            Sementara untuk ketentuan mengedit, MNC picture memberikan beberapa kriteria khusus. Yang pertama adalah program yang ditayangkan harus memenuhi unsur 5W+1H. Selain itu juga ada beberapa peraturan mengenai bagian-bagian dalam film, film yang mengandung adegan pornografi, kekerasan, merorok dan berciuman harus di hilangkan, bagian yang mengandung adegan darah juga tidak bisa ditampilkan, adegan-adegan tersebut biasa dipotong atau dibuat gabur. Proses penghilangan adegan tersebut dilakukan pada saat editing dan apabila terjadi kesalahan, seperti munculnya adegan yang tidak layak tayang seperti adegan berciuman maka itu murni kesalahan editor, namun untuk masalah gagal tayang bukan hanya tergantung pada editor, tapi dipengaruhi juga oleh bagian-bagian lainnya. Sebab editor tidak bekerja sendirian, mereka bekerjasama dengan budang-bidang lain dalam perusahaan tersebut, seperti dengan personal assistant atau produser. Untuk masalah gagal tayang biasanya disebabkan oleh waktu yang tidak mencukupi atau pada saat proses pengeditan dilakukan terjadi kerusakan pada mesin dan hal-hal yang tidak terduga lainnya. Namun kesalahan yang terjadi sejauh ini masih tergolong kesalahan kecil dan belum pernah masuk keranah hukum. 


Rabu, 20 November 2013

Foto Produk-Body shop teatree

Dalam rangka memenuhi mata kuliah fotografi, mahasiswa diminta untuk membuat satu foto produk beserta penjelasan singkat yang dapat menerangkan maksud foto. berikut adalah foto produk yang saya buat:



Tag line yang saya gunakan adalah NATURE’S WAY TO BEAUTIFUL. Tag line ini menonjolkan sisi kealamian yang terdapat pada produk yang saya foto.
Body shop teatree adalah satu jenis produk kecantikan yang berbahan dasar tumbuh-tumbuhan dari alam, tagline ini memberi informasi kepada semua orang bahwa bodyshop adalah  jalan alami untuk menjadi cantik. Hal tersebut didukung oleh backgroud foto yang terdiri dari tumbuhan hijau dan bebatuan kecoklatan yang identik dengan alam.

L’argent n’a pas odeur (Vespasien 09;79)


Bahasa Perancis merupakan salah satu bahasa yang paling indah di dunia, bahasa ini sering dikatakan sebagai bahasa cinta yang sangat memukau. di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara, mahasiswa dapat memilih untuk mendalami mata kuliah bahasa Perancis. Sebagai tugas akhir, saya mendapat tugas untuk membuat sebuah karangan dalam bahasa Perancis untuk kemudian dipresentasikan di kelas. Karangan tersebut dibuat berdasarkan tema yang telah ditentukan sebelumnya.


Berikut adalah karangan saya dalam bahasa Perancis (setelah 5 kali melakukan revisi dengan madam Cristine, :D hehehehe)


Selasa, 19 November 2013

#part 3-CREATIVE THINKING-wawancara orang kreatif


Priadji mulai membuka pasar seni diancol pada tahun 1975, bermula dari diadakannya pameran di universitasnya. Yaitu ITB. Ia mengikuti pameran itu dan berhasil menarik hati bapak Ciputra, orang yang saat itu adalah penyelenggara pameran, dari sanalah kemudian Ciputra berinisiatif untuk melestarikan karya siluetnya di pasar seni ancol.
            Dari awalnya yang hanya fokus pada pelukisan model, ia memperlebar keahlianmya juga sebagi pembuat siluet. namun semua kesuksesan dan buah manis yang saat ini ia dapatkan tak datang begitu saja. Ada jerih payah yang tersembunyi dan ada pula usaha yang tak mengenal kata lelah.
            “semuanya butuh proses” itulah yang diucapkan Priadji ketika kami tanyakan perihal kesuksesannya sekarang. Ia mengungkapkan perjalanan karirnya laksana seorang anak, yang tadinya kecil lalu tumbuh besar hingga bisa dikenal seperti sekarang. Namun yang terpenting baginya adalah ia bisa menikmati pekerjaannya saat ini.
            Tak sampai disana. Tim kreatif dari salah satu acara televisi swasta berhasil menemukan bakat luar biasa Priadji dan kemudian mengajaknya untuk bekerja sama, sejak saat itu, nama Priadji terus meroket.
            Yang paling mengangumkan dari sosok ini adalah ketika kami membahas masalah penghargaan. Ia hanya tersenyum kemudian mengatakan bahwa penghargaan tertinggi bagi dirinya adalah ketika orang-orang datang dan menghargai semua karyanya, karena sebuah penghargaan bukan terletak pada sertifikat atau piagam tapi pada apa yang telah ia berikan. Meskipun dikios-kios itu juga terpampang penghargaan dari Muri, Priadji sama sekali tak membahasnya.
            Kesuksesan itu telah ia capai, undangan-undangan khusus dari berbagai Negarapun datang membanjiri. Dengan mewakili dinas pariwisata ia berangkat memenuhi panggilan itu dari kota ke kota, dari negara ke negara.
            Penutup dari wawancara singkat itupun Priadji berikan ketika ia berkata, kekreatifan adalah pembaharuan-pembaharuan baru dalam diri manusia, jangan takut berinovasi karena sesuatu hal kecil yang kamu lakukan dengan sungguh-sungguh sekarang akan kamu dapatkan penghargaan besarnya nanti. Iapun berpesan bagi seluruh generasi bangsa agar menjadi seperti apa yang dicitakan-citakan. Harapan lain untuk dirinyapun terbilang sederhana. Ia hanya ingin dapat terus melukis dan berkarya walau usia terus menua.

#part 2-CREATIVE THINKING-wawancara orang kreatif


Selama sesi wawancara, bapak Priadji adalah sosok yang ramah dan menyenangkan, beliau bersedia menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukan walaupun sedang menjalani rutinitas kesehariannya sebagai seorang pembuat siluet.
dari waktu-waktu selama berkunjung ke lokasi pekerjaannya juga kami mengetahui bahwa beliau adalah sosok profesional yang begitu serius menekuni pekerjaannya, terlihat dari banyaknya siluet, sketsa dan berbagai karikatur yang memenuhi seluruh kios, juga banyaknya orang yang bersedia mengantri untuk mendapatkan hasil karyanya, membuat kami yakin, bahwa sosok laki-laki yang saat ini sudah berusia 60tahun itu benar-benar sosok kreatif yang mampu memanfaatkan setiap peluang dan menjawab semua tantangan yang singgah dalam kehidupannya.
            Didampingi seorang istri yang setia mengikuti dan menemani dalam menjalani pekerjaannya, bapak Priadji terlihat begitu menikmati dan mendalami perannya sebagai pembuat siluet. dengan suara yang berat sambil terus menggunting-gunting karton hitam beliau menjawab pertanyaan kami. Mulai dari pertanyaan ringan hingga berat. Jawaban yang ia berikanpun disertai keseriusan namun juga terselip humor didalamnya.

            Kekreatifan dan kesenian memang sesuatu yang rasanya mustahil dipisahkan dari seorang bapak Priadji, dari 2 hal inilah ia menemukan dunianya, dari kedua hal ini pula, namanya kemudian melambung dan dikenal banyak orang.
Terlahir dikeluarga berdarah seni membuat priadji kecil sering diajak orangtuanya kegaleri-galeri kesenian, dari sanalah, secara tidak langsung ia dikenalkan dan kemudian diajarkan pada dunia seni.
            Meskipun lahir dan besar dikeluarga seni, dulunya pria berdarah Jogyakarta ini mempunyai keinginan lain untuk menjadi seornag pilot, keinginan yang baginya kini hanya sekedar impian massa kecil yang tidak terwujud sebab pada akhirnya sama seperti keluarganya ia memutuskan  untuk terjun kedunia seni.
           
            Perkenalan awalnya dengan siluet memunculkan sesosok nama, Yadi, temannya semasa kuliah yang begitu tergila-gila pada bidang ini, sekaligus orang yang pertama kali mengenalkannya pada siluet. dari sana ia melihat dan mulai tertarik, ketertarikan itu pada akhirnya memunculkan sebuah tantangan dan menguji sisi kekreatifannya. Siapa sangka ia berhasil menjawab tantangan tersebut dan malah menjadi besar seperti sekarang karena siluet.
Bagi Priadji, Yadi adalah seorang teman, pelopor juga sekaligus guru yang berjasa
Penting dalam kehidupan seninya, dari alumni Ikj itulah ia belajar siluet, dari dia jugalah ia berhasil menjawab tantangan dan mengerahkan sisi kreatif dalam dirinya yang mungkin tak ia temukan pada hal lain.

#part 1-CREATIVE THINKING-wawancara orang kreatif


Wawancara merupakan salah satu kegiatan utama yang tidak bisa dipisahkan dari bidang jurnalistik, melalui wawancaralah seorang jurnalist mendapatkan berita. Sebagai seorang mahasiswa komunikasi bidang jurnalistik, sayapun kerap melakukan wawancara baik secara individual maupun kelompok. Salah satu wawancara yang pernah saya lakukan bersama kelompok untuk memenuhi mata kuliah creative thinking adalah wawancara dengan Priadji Kusnadi, seorang pembuat siluet yang berlokasi di Ancol



Priadji Kusnadi lahir di Yogyakarta, 7 Januari 1953. Beliau tumbuh dilingkungan seniman yang turut membentuk dirinya. Ayahnya yang bernama Kusnadi (Alm.) adalah seorang seniman, kritikus dan pendidik juga dikenal sebagai salah satu perintis berdirinya akademi seni rupa Indonesia di Yogyakarta. Ibunya yang bernama Supini merupakan seorang pematung poseren wajah dari tanah liat.

Setelah tamat dari SMA 9 Bulungan Jakarta, Priadji mengeyam pendidikan lanjutan di FSR ITB angkatan 1973 namun tidak selesai. Priadji membuka gerai siluetnya di Pasar Seni Jaya Ancol sejak 1975 hingga kini.

Priadji dikaruniai dua orang anak yang salah satunya turut membantunya membuat siluet untuk beberapa perusahaan. Sedangkan anak sulungnya kini bekerja di Media Indonesia dan memegang posisi di Creative Art pada program Kick Andy.

Hasil karya siluet Priadji sudah sering dipamerkan didalam maupun diluar negeri. Beliau sudah sering diundang ke beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, Philiphine, Thailand, Jepang, Australia, China, India, Dubai dan Istanbul atas hasil karyanya.

Sudah Merdekakah Kita?


Bendera merah putih boleh berkibar, lagu kebangsaanpun berkumandang diseluruh penjuru negeri. Era penjajahan tergantikan dengan kedatangan reformasi. Setelah berhasil merebut kemerdekaan dengan mempertaruhkan nyawa puluhan tahun silam. Sudahkah kita benar-benar merdeka saat ini?
Pertanyaan tersebut rasanya cukup pantas untuk menggambarkan keadaan negeri dengan segala persoalannya. Sebuah negeri yang dihuni puluhan juta penduduk dengan berbagai problema kehidupan. Sebuah negeri yang juga dianugerahi berbagai kekayaan alam mulai dari hayati hingga hewani, namun masih menggantungkan hidup pada negeri lain. Pertanyaan selanjutnya yang muncul adalah kemerdekaan seperti apa yang kita butuhkan?

Enam puluh tujuh tahun yang lalu perjuangan pahlawan yang panjang akhirnya membuahkan hasil. Tepat pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia merdeka. Terbebas dari segala macam penindasan dan penyiksaan. Era baru disambut, kehidupan lama ditinggalkan. Kemerdekaan itu dianggap sebagai jalan untuk kehidupan yang lebih baik dimasa yang akan datang
Dari sisi historis sebagian orang boleh mengatakan kita telah merdeka, namun sebagian lainnya juga tidak salah jika berpendapat bahwa negara tercinta ini belum sepenuhnya mendapatkan kemerdekaan. Kita masih tertindas, kita masih dianggap lemah, kita belum merdeka secara sempurna.

Puluhan juta penduduk dengan beragam latar belakang, kepentingan dan pendidikan menetap dalam satu negara. Seharusnya mereka saling berbagi, saling melengkapi dan melindungi, namun, apa yang terjadi saat jurang pemisah antara si kaya dan si miskin justru semakin meluas. Si kaya kian meninggi, simiskin tersungkur jatuh. Memang itulah sebuah ironi yang seakan tak bisa lepas dari budaya negeri ini. Kelaparan, kebodohan dan kemiskinan malah jadi hal biasa yang menyebar layaknya virus tanpa pernah ditemukan obatnya. Gaya hidup berubah dan zaman terus berlalu, tapi sepertinya kesehatan dan pendidikan belum juga jadi prioritas utama dibumi katulistiwa.
Negara ini juga bukanlah negara miskin, alam telah menyediakan segala hal yang dibutuhkan, hamparan tanah yang subur, kekayaan laut yang melimpah, jutaan hektar hutan yang menjadi jatung dunia, beserta air dan udara yang terjaga. tapi sebuah problema klasik muncul dipermukaan, kita masih bergantung pada negara lain. Keanekaragaman hayati dan hewani yang selama ini jadi ciri khas justru punah, perburuan liar dan pembantaian masal jadi penyebab utamanya, area hijau semakin berkurang seiring berkembangnya zaman. Kekayaan pertambangan dengan mudah dimanfaatkan negara lain. Kesimpulannya 1, kita tak pernah jadi tuan rumah dinegara sendiri, masyarakat lokal yang seharusnya jadi pemilik utama malah sekadar jadi pesuruh. Tak sampai disana, berita memilukan lain kembali menyapa, pemerintah diam saat aset negara direbut, pulau-pulau, tarian dan segala keunikan yang harusnya dipertahankan justru dibiarkan berlalu.
Dari aspek sosial dan alam, kita berpindah pada bidang politik dan pemerintahan, segelintir orang mulai tergila-gila pada jabatan, Politik dipermainkan, kekuasaan jadi sebuah simbol kebesaran, sementara fenomena korupsi makin meluas, pemerintah diam, tak banyak pertanggungjawaban yang bisa mereka berikan. Niat awal untuk melayani dan mengembangkan kehidupan negara yang lebih baik justru berubah ditengah drama perebutan kekuasaan untuk memperkaya diri, lalu siapa yang bisa rakyat andalkan ketika mereka hanya berada pada posisi lemah dan tak berdaya meratapi hidup dalam kemiskinan.

Enam puluh tujuh tahun memang telah berlalu, selama 7 dasawarsa, inilah yang terjadi dibumi pertiwi, pengorbanan besar yang memakan jutaan jiwa seakan sama sekali tak dihargai, perubahan kearah perbaikan yang digadang-gadang diera awal kemerdekaan mulai tak terdengar lagi. Kemiskinan merajalela, pendidikan tidak merata, alam dan keindahannya mulai sirna, pejabat dan pemerintah seakan berkoalisi untuk memenuhi kebutuhan nafsu duniawi.  Lalu dimanakah kita mencari perlindungan saat musuh yang sebenarnya bersembunyi ditanah ini adalah saudara sendiri. Dari penggalan tragedi dan kisah pahit yang melingkupi kehidupan masyarakat, harusnya kita dapat menilai sendiri, apakah kita sudah merdeka hidup dinegeri ini?


Senin, 18 November 2013

Komunikasi Lintas Budaya-Spanyol


Pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan di Fakultas Ilmu Komunikasi adalah pengalaman melakukan waawancara dengan perwakilan Kedutaan Besar Spanyol di Indonesia. Hal tersebut menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan sekaligus membanggakan untuk saya pribadi.  terlebih, semenjak SMA (sekolah menengah atas) saya sudah sangat menyukai Negeri Matador ini, selain karena Spanyol merupakan negeri yang kaya akan budaya, negari ini juga sangat terkenal akan prestasinya dibidang sepakbola  terutama  untuk beberapa tahun terakhir.

Dalam mata kuliah Komunikasi Lintas Budaya, mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih negara mana yang akan dipresentasikan, dengan syarat  perwakilan kedutaan besar negara yang bersangkutan bersedia diwawancarai. Tentu saja kesempatan tersebut tidak kami sia-siakan. Memilih Spanyol sebagai negara yang akan kami presentasikan merupakan sebuah pilihan tepat terutama karena semua orang yang berada di kedutaan besar spanyol bersikap sangat baik dan terbuka dalam memberikan informasi.

Usaha pertama yang kami lakukan agar dapat diterima dan melakukan wawancara dengan perwakilan kedutaan besar Spanyol adalah dengan mengirimkan email berbahasa inggris kepada konsultan Spanyol dikedutaan. Setelah email tersebut dikirim, beberapa hari kemudian, kami mendatangi kedutaan besar Spanyol untuk menyerahkan surat berbahasa indonesia dari fakultas. Seminggu setelahnya email kami mendapat balasan, namun, kami baru bisa bertemu dengan salah satu tenaga pengembang kebudayaan Spanyol di salah satu universitas negeri di Jakarta. Barulah setelah pertemuan tersebut. kami mendapat email  undangan dari kedutaan besar Spanyol. Sesuai waktu yang telah ditetapkan, kamipun berkunjung ke kedutaan Spanyol.
                Sesampainya di kedutaan Spanyol, kami disambut oleh konsultan Spanyol bernama Rodrigo, ia yang membawa kami berkeliling di gedung kedutaan dan mendampingi kami melakukan wawancara dengan orang-orang spanyol  yang berada dalam kedutaan.
                Wawancara tersebut berlangsung sekitar 1-1,5 jam dan memberikan saya pengalaman yang tidak akan saya lupakan sampai kapanpun, melalui wawancara tersebut juga kami banyak mengetahui berbagai informasi menarik tentang Spanyol serta membuat saya pribadi semakin menyukai negara ini.

feature perjalanan: Pesona Tersembunyi Pulau Bangka


Sebagian dari anda pasti sudah pernah mendengar pulau Bangka Belitung, sebuah pulau berukuran kecil yang letaknya bersebelahan dengan Sumatra Selatan. Pulau Belitung menjadi sangat terkenal ketika novel Laskar Pelangi karangan Andrea Hirata melejit dipasaran. Namun, belum banyak yang mengekspos keunikan dari tetangga Belitung yang tidak lain adalah pulau Bangka.
Bagi anda yang menyukai pantai, sudah saatnya anda datang dan menikmati berbagai keindahan yang ditawarkan pulau beribukota Pangkal Pinang ini, jika anda mengaku sebagai pecinta kuliner maka anda juga diwajibkan berkunjung ke Bangka. Tak cukup sampai disana, selain pariwisata dan kulinernya yang memikat, pulau bangka juga sangat terkenal akan pertambangan timah serta kerukunan masyarakatnya yang beraneka ragam.
Perjalanan yang hanya memakan waktu sekitar 55 menit dari kota Jakarta membuat tempat ini sangat strategis dan cocok untuk dijadikan tempat berlibur bagi anda yang tidak mempunyai waktu liburan yang panjang selain itu andapun tak perlu merogoh kocek yang dalam untuk berkunjung kepulau ini, sarana penginapan dengan harga terjangkau dapat dengan mudah anda temui dikota Pangkal Pinang.
             Apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata pantai? laut biru, air, binatang-binatang kecil, pohon kelapa, ombak, batu karang atau pasir putih, tepat sekali. Dipulau ini anda bisa mendapatkan semua hal tersebut dengan mudah. Dari pantai yang menyediakan berbagai penginapan dan sarana permainan hingga pantai yang masih sangat alami, belum terjamah industri dan campur tangan manusia. beberapa pantai yang sangat terkenal dibangka adalah pantai Pasirpadi, Parai Tenggiri, Tanjung Pesona, dan Rambak. Pantai Pasirpadi berada tepat dikota Pangkal Pinang, pantai ini menawarkan penginapan-penginapan terjangkau serta restoran seafood khas Bangka dengan harga bersahabat, disore hari yang cerah, anda dapat berjalan ditepi pantai, menikmati senja didepan laut yang memukau. Suasana yang ramai dan semarak akan semakin membakar semangat anda.
Jika anda kurang menyukai keramaian dan ingin mencari tempat untuk menyendiri, maka pergilah ke pantai Rambak. Berbeda dengan Pasirpadi, pantai Rambak terletak dikota Sungailiat yang berjarak 33 Km dari Pangkal Pinang. pantai ini berdekatan dengan pantai Parai Tenggiri dan Tanjung Pesona, yang membedakannya hanya satu. Dipantai ini anda tak akan menemukan 1pun bangunan, yang dapat anda lihat adalah pemandangan menakjubkan dari atas batu karang berukuran raksasa, pasir putih yang bersih dengan angin sepoi-sepoi yang bertiup membelai wajah. Yang lebih menakjubkan, semua kenikmatan tersebut dapat anda rasakan secara cuma-cuma tanpa dipungut biaya 1 sen pun. Tak jauh dari pantai Rambak ada pantai Parai Tenggiri dan Tanjung Pesona. kedua tempat ini berbeda namun menyajikan sarana yang hampir serupa, dengan hotel berbintang, taman yang indah serta kolam renang. Selain ini juga terdapat sarana banana boat yang memungkinkan anda untuk membelah lautan dan menikmati sendiri atmosfer dari laut tropis. Meski begitu, jangan kuatir, rupiah yang perlu anda keluarkan hanya berkisar dari 15-30ribu. Cukup terjangkau bukan?
            Dari pantai mari beralih ke kuliner. Makanan dari bangka yang sudah terkenal dikota-kota lain cukup beragam, mulai dari mie bangka, martabak manis bangka, otak-otak bangka ataupun berbagai penganan ringan seperti getas dan kempelang. Tak hanya sampai disitu, pulau bangka juga akan memanjakan para pecinta seafood dengan hidangan-hidangan yang menggugah selera, hidangan yang disajikan tersebut berasal langsung dari laut sehingga bisa dipastikan kesegarannya. Ada pula makanan tradisional, seperti lempah kuning dan lempah darat. Lempah kuning adalah masakan dengan bahan utama ikan yang dimasak dengan menggunakan rempah-rempah beragam, namun yang membedakan dengan masakan lainnya terletak pada penggunaan kunyit yang akan membuat makanan ini berwarna kuning segar. Berbeda dengan lempah kuning, lempah darat adalah masakan yang menggunakan campuran sayuran sebagai bahan utamanya dengan bumbu utama trasi Bangka. Peganan ringan sepert getas dan kempelang pada dasarnya berbentuk seperti krupuk, dibuat juga dengan hasil laut, seperti ikan, cumi-cumi atau udang, rasa gurih dan renyah dapat anda rasakan ketika makanan ini memasuki mulut dengan nuansa laut yang kental. Makanan lain seperti otak-otak, mie bangka taupun martabak dapat anda temukan dengan mudah dikota Pangkal Pinang, dengan rasa yang pastinya lebih enak dan lezat.
            Sudah puas berbicara pantai dan kuliner, mari berpindah topik pembicaraan kepertambangan, Bangka Belitung adalah pulau penghasil timah putih terbesar di Indonesia. Dari pulau ini, jutaan ton timah telah dikirimkan keberbagai daerah. Dari timah ini juga sebagian besar masyarakat Bangka menggantungkan hidupnya. Proses pencarian timah tidaklah mudah, untuk bekerja disektor pertimbangan ini sangat dibutuhkan keberanian yang besar, karena untuk mencari timah anda akan berada dilubang besar dalam kurun waktu yang cukup lama setiap harinya, resiko tanah longsor menjadi salah satu momok yang paling menakutkan disamping resiko-resiko lain. Pertambangan timah dibangka mulai dikelola dari zaman penjajahan belanda hingga saat ini. Meski timah yang berhasil dikumpulkan tidak sebanyak dulu, sektor pertambangan tetap manjadi primadona dihati masyarakat setempat. Banyaknya pengelolaan timah membuat tanah di Bangka dipenuhi lubang-lubang besar bekas pertambangan tersebut. karena itu tidak mengherankan, dari atas pesawat anda dapat melihat daratan bangka yang dipenuhi lubang.
Selain sektor pertambangan. Sumber penghasilan lain diperoleh dari perkebunan, kebun di Bangka didominasi oleh kebun kelapa sawit. Pohon karet dan lada. Disepanjang jalan di Bangka anda akan terbiasa dengan pemandangan  puluhan hektar perkebunan kelapa sawit yang terhampar luas. Selain kedua sektor utama tersebut, masyarakat bangka juga menggantungkan hidupnya disektor perdagangan.
            Lalu bagaimana dengan karakteriktik masyarakat Bangka? Mayoritas penduduk Bangka berasal dari etnis melayu, disusul oleh etnis tionghoa, batak, jawa dan sebagainya. Ditanah ini mereka hidup bersama-sama tanpa pernah membedakan antara satu dengan yang lain. Kerukunan dan keakraban yang tercipta ditanah ini memang pantas diacungi jempol. Saling membantu dan menghormati, selalu bersama-sama dan menghargai menjadi cerminan yang tak dapat dipisahkan dari masyarakat Bangka. Mereka sosok ramah yang akan menyambut anda dengan senyuman. di Bangka anda akan menemukan gereja yang bersebelahan dengan masjid, atau kelenteng yang berhadapan dengan masjid. Uniknya hal tersebut tetap terpelihara dari dulu hingga sekarang. Masyarakat Bangka memegang satu prinsip Tionghoa yang berbunyi “Fangin, Thongin jitjong” yang berarti “ Melayu ataupun Tionghoa sama saja” kata-kata tersebut memberikan gambaran bahwa sama sekali tak ada perbedaan diantara mereka yang berlaku sebagai jurang pemisah.
            Jadi, adakah dari anda yang tertarik untuk menapaki pulau ini dan mencoba serta menikmati sendiri pesona dan daya tarik tersembunyi yang tentu saja tidak terdapat ditempat manapun. Jika ada, tunggu apalagi? mari datang dan buktikan seberapa besar kekayaan yang tersimpan di Bangka. Selain biayanya yang murah, letaknya yang strategis dan keindahannya yang menawan, anda juga akan disambut dengan senyuman dan keramahan masyarakatnya.

Selasa, 12 November 2013

Jurnalistik dan nilai berita


Salah satu jurusan paling mengasyikan sekaligus menantang dalam fakultas ilmu komunikasi adalah jurusan jurnalistik. dalam jurusan ini, mahasiswa akan dididik agar dapat menghasilkan tulisan-tulisan yang baik. namun sebelum menghasilkan sebuah tulisan, biasanya mahasiswa akan telebih dahulu diajarkan tehnik mencari berita.  Setelah mendapatkan teori, mahasiswa bersangkutan akan langsung mempraktekkan teori tersebut dengan terjun kelapangan untuk mencari objek-objek menarik yang memiliki nilai berita yang tinggi.

Nilai berita merupakan faktor penentu layak atau tidaknya sebuah peristiwa diberitakan, nilai berita tersebut terdiri dari 7 unsur pokok, yaitu:
1.      Impact (dampak)
dampak berita mengulas tentang hal-hal yang dapat terjadi akibat berita tersebut, seberapa besar berita tersebut akan berpengaruh bagi pembacanya atau bagi masyarakat luas dan seberapa penting arti suatu peristiwa tersebut bagi publik.
2.      Conflict (konflik)
konflik menerangkan masalah apa saja yang terkadung dalam sebuah peristiwa. Ada beberapa peristiwa atau kejadian yang selalu menarik bagi masyarakat.                          
Contoh:  peperangan, ketegangan, dsb.
3.      Prominence (ketenaran)
berkaitan dengan siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut.  apabila yang terlibat adalah orang yang dikenal publik secara luas maka berita tersebut akan semakin bernilai.
4.      Proximity (kedekatan)
bisa berupa kedekatan secara geografis maupun emosional. Kedekatan tersebut dapat memancing ketertarikan kita  untuk membaca dan mengetahui berita tersebut.
5.      Timeliness (waktu)
berhubungan dengan kapan peristiwa itu berlangsung, apakah tingkat aktualitas berita itu tinggi atau justru sebaliknya.
6.      Novelty (hal baru)
 apakah berita yang ditulis merupakan sesuatu yang baru pertama kai terjadi atau mungkin adalah suatu peristiwa yang sudah sering mendapat sorotan publik.
7.      Human interest
Peristiwa-peristiwa yang mengandung unsur kemanusiaan yang biasnaya banyak diminati masyarakat.
Berita yang baik biasanya mengandung beberapa nilai berita sekaligus namun tidak semua berita harus mengandung ketujuh unsur tersebut, salah satunya adalah berita feature, dalam berita feature biasanya penulis lebih menekankan pada unsur human interest. Artikel berjudul “sang fotografer yang tergerus teknologi”
merupakan salah satu contoh berita feature yang menekankan unsur human interest.

Feature-Sang Fotografer yang Tergerus Teknologi


Teknologi merupakan sesuatu hal yang hampir tak bisa dipisahkan lagi dari kehidupan masyarakat modern. Ia adalah cermin perubahan, ia juga adalah buah dari perkembangan zaman. Lewatnyalah sebagian orang memperoleh kesejahteraan. namun lewatnya juga sebagian lainnya merasa terlupakan.

Ialah Hotman, lelaki perantauan berusia 41 tahun yang menggantungkan seluruh hidup dan harapannya dibalik lensa kamera selama hampir 10 tahun. Berpayung sinar matahari dan berteman debu ia mengais
rupiah demi rupiah dalam berbagai pose gaya.

Pagi-pagi benar Hotman sudah bersiap memulai rutinitasnya. Sesudah azan subuh menggema ia bergegas pergi dari Depok menuju Jakarta dengan sebuah sepeda motor butut untuk memulai pekerjaannya.

Setiap hari itulah kegiatan yang ia lakukan untuk memenuhi tuntutan ekonomi serta agar dapat bertahan ditengah kerasnya kehidupan ibukota
Monumen Nasional menjadi satu-satunya sumber rezeki bagi Hotman, bermodal 1 buah kamera dan mesin print berukuran kecil, ia mulai menawarkan jasanya bagi tiap pengunjung. Sinar matahari yang begitu terik dan panasnya cuaca siang  sama sekali tak menyurutkan semangat Hotman.
Dengan sabar dan teliti ia mulai berkarya lewat lensanya, memberi arahan dan petunjuk lewat kata-kata laksana seorang fotografer profesional, keringat yang membasahi tubuh dan wajahnya justru semakin membuat lelaki berkacamata ini semakin giat bekerja. Keramahan serta keuletannya berbuah manis, banyak pengunjung tertarik dan mulai bergaya seperti model dibawah asuhan Hotman.

Lelaki inipun sempat bercerita, perantauannya dari Medan menuju Jakarta belasan tahun silam membawa banyak harapan, keinginan  terbesar adalah untuk memperbaiki masalah ekonomi, namun siapa sangka nasib kemudian membawanya menjadi fotografer keliling yang berlokasi di Monas

Perkenalannya dengan dunia fotografi terbilang diluar dugaan, semata-mata untuk memenuhi tuntutan perut agar tercukupi. 10 tahun lalu Hotman melihat adanya peluang mengais rezeki dibidang fotografi, iapun kemudian masuk dalam paguyuban fotografer di Monumen Nasional

Bersama 32 orang lain dari berbagai daerah, hotman tekun dan serius mengerjakan tugas dan tanggungjawabnya, setiap hari mereka siap sedia berdiri dibawah teriknya siraman matahari siang untuk menghasilkan foto yang diinginkan pengunjung
Setiap harinya, Hotman dapat menghasilkan belasan foto, setiap foto dihargai RP.15.000. jika diakhir pekan penghasilannyapun meningkat, tak jarang ia dapat mencetak puluhan foto, namun jika nasib sedang tak berpihak iapun tak bisa berbuat banyak ketika foto yang dihasilkan tak mencapai 10 lembar.
Hambatan utama bagi Hotman dan paguyubannya adalah ketika hujan turun. Mereka terpaksa berhenti bekerja karena Kamera dan mesin print yang mereka gunakan tidak boleh terkena air, belum lagi cuaca mendung yang tidak mendukung pencahayaan gambar.
Meski terbilang cukup sulit, Hotmanpun mengutarakan asyiknya menekuni profesi sebagai fotografer keliling, mulai dari berkenalan dengan banyak orang hingga rasa puas dan bahagia yang tidak tertandingi kala melihat pengunjung yang difotonya tertawa senang.

Pundi-pundi rupiahpun dapat sedikit demi sedikit ia kumpulkan, selain untuk kebutuhan pangan keluarga, lelaki berdarah Batak inipun mempunyai keinginan untuk menyekolahkan dua buah hatinya.
Matahari siang di monumen nasional begitu terik memancar, seakan mendukung hotman untuk terus bekerja dan berkarya lewat lensanya, rombongan orang-orang dari daerahpun datang kepada hotman untuk berfoto. Dengan antusias lelaki inipun mulai mengotak-atik Kamera dan berceloteh ria.

Dibalik senyuman dan tawa cerianya,  sebenarnya ada sebuah kekuatiran mengusik pikiran Hotman, sejak 9 tahun lalu penghasilan yang ia peroleh sebagai tukang foto keliling di Monas semakin menurun.
Kecenderungan masyarakat dalam menggunakan berbagai teknologi canggih membuat Hotman dan paguyubannya mulai tersisihkan
Dengan wajah sedih. Ia bertutur tentang kekuatirannya itu, berbagai teknologi masa kini yang menawarkan kecanggihan dan kepraktisan justru berdampak negatif bagi kelanjutan pekerjaan dan masa depannya.
“mereka lebih suka pakai kamera sendiri, kalau ditawarin gak mau” ucapnya sambil melihat kearah kamera yang ia genggam, gurat-gurat kekuatiran dan kekecewaan itu nampak jelas diwajah tuanya yang terbakar matahari.
Sebagai manusia biasa, Hotman diliputi kecemasan, namun iapun tak bisa melakukan apa-apa untuk melawan arus perubahan. Budaya dan kecenderungan masyarakat khususnya warga jakarta telah berganti. Namun terlalu susah baginya untuk beradaptasi.

Meski merasa terhimpit secara sosial dan ekonomi, Hotmanpun sesungguhnya menyadari bahwa fenomena semacam ini suatu saat pasti berlangsung. Satu-satunya harapan besar muncul saat rombongan dari luar kota tiba. Meski begitu sampai saat ini ia tetap menjalani pekerjaan yang telah menghidupinya selama 10 tahun dengan penuh sukacita, lelaki ini berprinsip tak akan berhenti sekalipun teknologi mulai merampas keping-keping penghasilannya.

Diawal pekerjaannya, teknologi mampu memberikan hotman penghasilan dengan menawarkan sistem kamera digital sederhana dan mesin print otomatis, namun ketika waktu semakin berjalan, teknologi juga yang justru menyebabkan ia dan pekerjaannya terancam dengan berbagai konten teknologi yang lebih modern.