Senin, 25 November 2013

Mengapa Gorengan Berbahaya?

Gorengan memang kudapan lezat yang menggugah selera, jenis makanan yang satu ini sangat cocok dijadikan cemilan untuk menemani waktu luang. Selain karena rasa enak yang ditawarkannya, gorengan juga menjadi pilihan favorit karena harganya yang terbilang murah dan terjangkau.
Akan tetapi, khusus untuk gorengan yang dijajakan di pinggir jalan, anda perlu menaruh perhatian ekstra, terutama bagi kesehatan.  Mengapa demikian? berikut adalah alasan mengapa gorengan yang dijajakan di pinggir jalan dikategorikan berbahaya dan patut untuk diwaspadai.







BAHAN


Bahan-bahan untuk membuat gorengan terdiri dari tepung, bahan mentah, sayuran dan bumbu. Namun  apakah tepung yang digunakan para penjual gorengan dipinggir jalan adalah tepung yang bersih dan teruji kualitasnya? Hal tersebut boleh diragukan, mengingat harga tepung berkualitas cukup mahal. Beberapa penelitian pernah di lakukan untuk menguji kebersihan tepung-tepung tersebut, hasilnya cukup mengejutkan, banyak tepung yang mengandung ulat dan sudah tidak layak pakai dikarenakan masa kadaluarsanya telah berakhir. Sedangkan untuk gorengan yang menggunakan bahan mentah seperti tahu dan tempe, kita juga harus menaruh perhatian ekstra, mengingat banyaknya issue yang beredar tentang tahu berformalin yang dapat diperoleh dengan mudah dan murah. Beralih ke sayuran, untuk gorengan tertentu seperti bakwan, sayuran dijadikan sebagai bahan utama dalam pembuatannya, akan tetapi apakah sayuran-sayuran tersebut masih dalam keadaan bersih dan segar? Karena sama seperti tepung, harga sayuran yang masih segarpun terbilang cukup mahal. Untuk mengakali harga sayuran yang mahal, timbul kecurigaan para pedagang gorengan membeli sayuran sisa di pasar yang murah dengan kualitas yang buruk   Sedangkan untuk bumbu, rasa gorengan kadang terlalu asin, hal tersebut membuktikan penggunaan bumbu yang berlebihan. Singkat kata, bahan-bahan yang digunakan dalam membuat gorengan tersebut tidak teruji kebersihannya dan cukup berbahaya untuk kesehatan. 

MINYAK


Dari bahan kita beralih ke minyak. Publik sempat dikejutkan karena laporan investigasi disalah satu stasiun televisi swasta yang mengungkap adanya penggunaan plastik didalam gorengan, penggunaan plastik tersebut bertujuan untuk membuat gorengan menjadi gurih dan renyah serta tahan lama. Selain itu, minyak yang digunakan para pedagang gorengan dipinggir jalan adalah minyak bekas yang didapatkan secara murah dari restoran-restoran cepat saji, hal tersebut tentu berbahaya untuk kesehatan. Para pedagang tersebutpun terbilang pintar dalam mengakali warna minyak bekas yang sudah menghitam, mereka dapat menggunakan tepung beras untuk membuat warna minyak kembali jernih sehingga banyak pembeli yang mengira minyak tersebut masih layak pakai.



ALAT PEMBUATAN DAN LOKASI PENJUALAN



Jika kita perhatikan, alat-alat yang digunakan para penjual gorengan dipinggir jalan memang kurang bersih dan higienis. Alat-alat tersebut terkadang sudah menghitam dan terkesan kotor. Apalagi kertas pembungkus gorengan yang menggunakan kertas sisa yang masih mengandung tinta, ketika tinta tersebut bersentuhan dengan minyak, tinta akan memudar dan dapat masuk kedalam gorengan. Hal tersebut sangat membahayakan kesehatan konsumen. Selain itu tempat penjualanpun kurang menjanjikan kebersihannya karena disajikan dipinggir jalan, mengingat jalan adalah tempat bagi kendaraan untuk berlalu lalang. Debu-debu atau asap kendaraan dapat masuk kedalam tempat penyajian gorengan dan mengkontaminasi kebersihannya.

Nah, hal-hal tersebutlah yang menjadi alasan mengapa gorengan dikatakan berbahaya. Meski tidak semua penjuak gorengan seperti itu, tentu kita perlu waspada. Apalagi jika gorengan-gorengan dengan kriteria diatas dikonsumsi secara rutin dan terus menerus, bukan hal yang mustahil jika para konsumen akan terkena dampak berupa penyakit, seperti radang tenggorokan, batuk, bahkan penyakit jantung. Namun jangan kuatir bagi anda yang menyukai kudapan ini, anda dapat membuat sendiri dan mengkreasikannya sesuai dengan keinginan anda, selain lebih aman tentu saja kebersihannya juga teruji.



10 komentar:

  1. harganya ekonomis banget sih buat kalangan menegah ke bawah, jadi bahaya tapi masih suka di beli ya.. hahaha

    BalasHapus
  2. iya, rasanya juga enak sih ya.

    BalasHapus
  3. saya penggemargorengan, dengan membaca artikel ini saya jadi jarang makan gorengan. terimakasih

    BalasHapus
  4. sebenarnya saya juga penggemar gorengan, tapi jika terbayang bahaya yang dapat ditimbukan, mending behenti dari sekarang.

    BalasHapus
  5. Terima kasih atas infonya dian, sekarang saya akan berusaha mengurangi konsumsi gorengan karna banyak dampak tidak baik yang ditimbulkan...
    trimakasih atas info nya...
    nice blog..

    BalasHapus
  6. saya sarankan sih, berhenti konsumsi gorengan seperti ini, demi kesehatan kita semua.. hihi

    BalasHapus
  7. Mengurangi konsumsi gorengan memang bukan hal yang mudah terlebih karena kenikmatannya dan harganya yang pas di kantong, tetapi apabila kita melihat bahayanya sudah saatnya kita harus berhenti mengkonsumsi jenis jajanan pinggir jalan yang satu. Apabila tidak bisa berhenti setidaknya kita mengurangi pengkonsumsiannya.
    Nice post btw

    BalasHapus
  8. bagus banget Dian. jadi tau ga baik nya gorengan itu apa.

    BalasHapus
  9. tq nih infonya....jadi tau bahaya gorengan pinggir jalan.....

    BalasHapus
  10. betul tuh temen-temen, mending pentingin kesehatan deh, banyak makanan lain yang enak dan bagus untuk kesehatan kok.

    BalasHapus