Selasa, 19 November 2013

#part 3-CREATIVE THINKING-wawancara orang kreatif


Priadji mulai membuka pasar seni diancol pada tahun 1975, bermula dari diadakannya pameran di universitasnya. Yaitu ITB. Ia mengikuti pameran itu dan berhasil menarik hati bapak Ciputra, orang yang saat itu adalah penyelenggara pameran, dari sanalah kemudian Ciputra berinisiatif untuk melestarikan karya siluetnya di pasar seni ancol.
            Dari awalnya yang hanya fokus pada pelukisan model, ia memperlebar keahlianmya juga sebagi pembuat siluet. namun semua kesuksesan dan buah manis yang saat ini ia dapatkan tak datang begitu saja. Ada jerih payah yang tersembunyi dan ada pula usaha yang tak mengenal kata lelah.
            “semuanya butuh proses” itulah yang diucapkan Priadji ketika kami tanyakan perihal kesuksesannya sekarang. Ia mengungkapkan perjalanan karirnya laksana seorang anak, yang tadinya kecil lalu tumbuh besar hingga bisa dikenal seperti sekarang. Namun yang terpenting baginya adalah ia bisa menikmati pekerjaannya saat ini.
            Tak sampai disana. Tim kreatif dari salah satu acara televisi swasta berhasil menemukan bakat luar biasa Priadji dan kemudian mengajaknya untuk bekerja sama, sejak saat itu, nama Priadji terus meroket.
            Yang paling mengangumkan dari sosok ini adalah ketika kami membahas masalah penghargaan. Ia hanya tersenyum kemudian mengatakan bahwa penghargaan tertinggi bagi dirinya adalah ketika orang-orang datang dan menghargai semua karyanya, karena sebuah penghargaan bukan terletak pada sertifikat atau piagam tapi pada apa yang telah ia berikan. Meskipun dikios-kios itu juga terpampang penghargaan dari Muri, Priadji sama sekali tak membahasnya.
            Kesuksesan itu telah ia capai, undangan-undangan khusus dari berbagai Negarapun datang membanjiri. Dengan mewakili dinas pariwisata ia berangkat memenuhi panggilan itu dari kota ke kota, dari negara ke negara.
            Penutup dari wawancara singkat itupun Priadji berikan ketika ia berkata, kekreatifan adalah pembaharuan-pembaharuan baru dalam diri manusia, jangan takut berinovasi karena sesuatu hal kecil yang kamu lakukan dengan sungguh-sungguh sekarang akan kamu dapatkan penghargaan besarnya nanti. Iapun berpesan bagi seluruh generasi bangsa agar menjadi seperti apa yang dicitakan-citakan. Harapan lain untuk dirinyapun terbilang sederhana. Ia hanya ingin dapat terus melukis dan berkarya walau usia terus menua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar