Sabtu, 23 November 2013

Busway dan permasalahannya


Transjakarta atau yang biasa dikenal dengan nama Busway adalah sarana transportasi umum yang mulai beroperasi pada tahun 2004 dibawah kepemimpinan gubernur Sutiyoso. Diawal peluncurannya, busway diharapkan dapat menjadi sarana transportasi umum yang efektif dan efisien untuk mengatasi masalah kemacetan yang semakin membesar di Ibukota. Didukung dengan ukurannya yang terbilang besar, bus yang satu ini memang dapat mengangkut penumpang dengan jumlah yang banyak. Selain itu, keistimewaan lain terletak pada sektor harga yang dinilai cukup ekonomis dan terjangkau bagi masyarakat membuat busway jadi sarana transportasi masal yang paling difavoritkan banyak kalangan.
            Namun masalah mulai berdatangan beberapa tahun terakhir. Busway dan pelayanannya dirasakan semakin memburuk, sarana yang awalnya tersedia dengan baik mulai tidak berfungsi sebagaimana mestinya, tapi masalah yang paling besar muncul ketika kemacetan yang diharapkan dapat teratasi dengan kehadiran busway justru menjadi kian parah kala banyaknya kendaraan yang tidak disiplin menyerobot masuk lalu merebut jalur yang sebenarnya hanya dikhususkan untuk busway. Meski penanganan telah diupayakan dengan melakukan penertiban, kejadian yang sama terus terulang.
            Sekarang busway identik dengan berbagai permasalahan dasar yang kian bertambah besar, kurangnya kedisiplinan setiap orang serta tidak adanya kepedulian dari pemerintah membuat busway jadi sarana transportasi yang tak lagi menyenangkan, belum lagi masalah antrian yang menumpuk ketika busway tak kunjung tiba sesuai waktu yang telah ditetapkan, akibatnya saling dorong dan berdesak-desakan sewaktu memasuki pintu busway menjadi agenda rutin yang sulit untuk dihindari,
            Berbagai sarana di halte busway tidak berfungsi secara baik, kerusakan disana-sini begitu nampak terlihat. Bahkan di halte-halte besar seperti harmoni dan grogol tingkat kerusakan lebih tinggi, seperti kipas angin yang tidak berfungsi, area mengantri yang sempit, tempat duduk yang kotor serta banyaknya tangan-tangan iseng dan jahil yang akan mengancam keselamatan tas dan barang bawaan jika lengah membuat busway jadi sarana transportasi yang tidak aman..
            Ketika memasuki bagian dalam busway, ketidaknyamanan serupa akan dengan mudah anda dapatkan, bahkan banyak busway yang sudah masuk kategori tidak layak pakai tetap dioperasikan. Bangku yang rusak, pintu otomatis yang tidak bisa lagi tertutup secara rapat, ac yang tidak berfungsi, hingga pegangan tangan dibagian atas busway yang rusak parah. Kerusakan tersebut akan membuat kenyamanan penumpang terganggu. Apabila tidak ada usaha nyata yang dilakukan untuk memperbaikinya, keselamatan penumpangpun akan terancam.
            Tidak cukup sampai disitu, kadang kala busway memaksakan diri untuk mengangkut penumpang melebihi batas maksimum orang yang bisa diangkut, berdesak-desakan didalam busway tanpa celah sedikitpun menjadi sesuatu yang sudah biasa bagi pemakai jasa transportasi yang satu ini.
            Nyatanya seperti yang sudah dibahas diatas, semakin lama busway semakin tak  efektif  dalam mengatasi kemacetan yang semakin memprihatinkan di Jakarta,  kendaraan-kendaraan lain baik sepeda motor maupun mobil atau bahkan bis dapat masuk dan menggunakan jalur busway sesuai keinginan mereka, akibatnya jalur busway terhambat dan menyebabkan kemacetan tak bisa dihindari.
            Berbagai permasalahan dan problema yang kian bertambah parah tersebut membuat banyak orang mulai tidak nyaman menggunakan busway, akibatnya, mereka lebih memilih menggunakan jasa transportasi lain atau menggunakan kendaraan pribadi yang berimbas pada semakin parahnya kemacetan di ibukota.     
            Pemerintah diharapkan dapat bertindak cepat untuk mengatasi masalah ini, sudah saatnya masyarakat kita mendapatkan sarana transportasi yang layak dan menyenangkan, telah tiba waktunya bagi warga untuk memperoleh pelayanan dari transportasi umum yang memuaskan. hal utama yang perlu diperhatikan adalah permasalahan yang melanda halte busway itu sendiri, lakukanlah perbaikan diberbagai sektor, mulai dari tempat mengantri yang dapat menampung lebih banyak orang tanpa harus berdesak-desakan, area tempat duduk yang nyaman untuk menunggu atau sekedar beristirahat, hingga sarana lain seperti perbaikan kipas angin dan air conditioner.
            Perbaikan lain terletak pada busway, diharapkan busway dapat tiba tepat waktu untuk menghindari penumpukan penumpang disatu halte. Dihimbau juga agar pemerintah mampu menghadirkan busway-busway berkualitas yang layak pakai untuk menggangkut masyarakat. Yang tidak hanya dapat memberikan mereka kenyamanan tetapi juga jaminan keselamatan. Diberlakukannya sangsi tegas yang bisa menimbulkan efek jera bagi kendaraan-kendaraan lain baik sepeda motor maupun mobil yang memasuki jalur busway serta adanya upaya dalam meningkatkan keamanan.
            Untuk melakukan semua ini diperlukan kerjasama dari semua pihak, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, masyarakat serta semua orang yang terlibat didalamnya harus mau bantu membantu dalam mengupayakan sarana transportasi busway yang lebih layak dan baik dimassa mendatang. Hingga pada akhirnya permasalahan kemacetan diibukota secara berangsur-angsur dapat teratasi.

2 komentar:

  1. Saya setuju, tetapi sebuah halte busway seharusnya memiliki toilet / WC umum untuk penumpang yang sedang menunggu busway. Dan sebaiknya jalan busway aga di betulkan, agar tidak ada lubang. Setelah itu, sekarang ini banyak sekali halte busway yang baru buka / yang baru ada. Sebaiknya busway agar lebih diperbanyak, agar rakyat tidak menunggu secara lama. Apalagi halte busway yang baru ada, kita Harus menunggu busway itu datang kurang lebih satu jam. Bagaimana rakyat tidak mau menaiki transportasi jakarta jika transportasi jakarta keadaannya masih buruk Dan tidak ada keamanan di Dalam halte busway. Seperti di sediakan satpam untuk menjaga hal yang tidak diinginkan oleh rakyat / penumpang busway. Sekian, Terima Kasih.

    BalasHapus
  2. sarannya bagus. Penambahan armada busway memang masih dalam proses. saya juga sependapat dengan disediakannya pihak keamanan seperti satpam di setiap halte mengingat tingkat kriminalitas di busway semakin bertambah belakangan ini.

    BalasHapus